Sabtu, 26 Maret 2011

Dana Darurat --> Financial Planning :)

Pengalaman yang nggak bakal gue lupain, hihihi...

Berawal dari ketertarikan gue sama cara mengelola keuangan yang sering diutarakan sama Ligwina Hananto di Hard Rock FM, setelah gue menyandang status istri sekitar dua tahun lalu.
Gue sempet skeptis, karena biasanya acara money talks di radio nggak pernah menarik. Ujung-ujungnya disuruh hemat, hemat dan hemat. Bosen!

Baru setelah gue denger soal Dana Darurat, dimana kita mesti menyimpan 10% dari penghasilan sebagai bemper hidup kita, gue tertarik. Menurut gue, itu rasional banget. Barulah gue menerapkan itu di rumah tangga gue, selama 10 bulan terakhir.

Awalnya, gue pikir bakal kesulitan. Biaya hidup gue sebulan paaaaaaling banyak dihabiskan untuk urusan perut! Wisata kuliner dan ngopi di cafe premium adalah hobi gue banget.

Yang ke-dua adalah belanja online. It's rare to see me shopping at the mall. Tapi kalo belanja online, hmm..itu hobiiii sekalih..hehehe.

My hubby is the contrary. Dia bisa nggak belanja baju, sepatu, ngopi gak suka, kuliner pun sukanya yang itu - itu aja: Nasi Padang. I thought he's gonna fine with it.

But i was wrong.

My hubby felt insecure at first about this system.

Menyisihkan 10% dari gajinya bukan perkara gampang. Dia sih fine-fine aja kalo gue minta transfer. Tapi nggak ada semangatnya sama sekali. Beda kalo lagi ngomongin mau buka bisnis baru. Matanya pasti langsung berbinar. Jadi, pada waktu itu buat dia Dana Darurat bukanlah solusi yang menyenangkan.

Beberapa bulan berlalu, Dana Darurat kami alhamdulillah sudah mulai berisi. Seneng? Pasti lah. But my hubby has another thought. Kadang dia suka bilang, "Kita kan punya uang yang 10% itu tuh. Dipake aja dulu". Jeng jeeeeeng! Dia lupa bahwa esensi si Dana Darurat itu:

- Cuma dipakai buat keperluan darurat yang emang nggak ada uang kas sama sekali yang bisa menutupi. Itu pun, kalo udah dipake, kita sama aja utang lagi sama si Dana Darurat. Alias, kita mesti ngumpulin uang buat ngembaliin dana yang sempat kita pake
- Buat bantalan hidup jikalau kita resign
- Jumlah nya minimal, 6x biaya hidup sebulan! Ini berlaku buat yang sudah menikah. 2x biaya hidup sebulan buat yang single.

Jadi selama 10 bulan terakhir, gue selalu menahan sabar setiap dia tergiur untuk menggunakan si Dana Darurat ini untuk kepentingan buka bisnis or whatsoever came in his mind that time ;p

Alhamdulillah, dengan segala penjelasan dan suka gue ingetin lagi setiap dia tergoda, sekarang dia sudah bisa ikhlas, bahwa menyetor 10% itu nggak perlu diinget-inget lagi. Anggep aja itu uang emang gak pernah ada, jadi gak kepikiran buat diambil :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar