Sabtu, 26 Maret 2011

Indonesia Financial Planning Expo 2011! Saya Hadir!




Indonesia Financial Planning Expo 2011, menurut kesimpulan gue adalah:
sebuah pameran untuk orang-orang yang pengen ngatur keuangannya jadi lebih baik, dibantu oleh para pakar keuangan dan berbagai financial clinics.

Gue tau ini seminggu sebelum event-nya berlangsung. My hubby's first reaction was: you go there, then tell me what you got. Hahaha! Dasar. Langsunglah gue mempromosikan acara ini ke beberapa teman, dan cuma sepupu gue aja seorang yang mau dan bisa ikutan.

Kami beli dari dua hari sebelumnya, dengan harga 150ribu. Kalo dateng on the spot, bayarnya 200 ribu.
Lokasinya di Plaza Bapindo.

Tibalah gue dan sepupu jam 9.10 pagi. Padahal jam 9 pagi itu acara udah dibuka, ihi ihi ihi ;p
Sampe sana, daftar ulangnya panjang. Setelah 20 menit lebih menunggu, dan Safir Senduk udah mulai sesi talkshow pertama, barulah kami masuk.
Dengerin Safir dan beberapa pembicara lainnya, gue pun memulai untuk mendapatkan 1 service gratis dari datang ke acara ini, yaitu:

Free Financial Check Up

Ada satu ruang khusus untuk beberapa financial clinics. Bisa ditebak, yang paling rame ngantrinya adalah untuk QM Financial-nya Ligwina, kedua Aidil Akbar, selanjutnya adalah MoneynLove serta One Consulting.

Gue dan Menur, sepupuku, berusaha mencari tahu gimana cara ngantrinya, dan...hm, clueless. Gak banyak yang bisa bantu, terutama deretan QM, MoneynLove dan One Consulting. Jadi kami memutuskan untuk daftar di Aidil AKbar ajah. Dapet urutan 34-35, sementara saat itu yang lagi consult adalah nomer 4! Sodara sodaraaaah!

Sambil nunggu, gue cari makan. Kebetulan di luar ada booth jual makanan. Gak pake mikir, gue langsung nembak: beli aqua ya mbak. Mbaknya: oke 5ribu mba.

Hm..aqua yang harganya 1200 itu jadi 5ribu.
Gue: kalo teh gelas itu berapa?
Mbaknya: 5 ribu juga
Gue: somay?
Mbaknya: seporsi tiga biji 18ribu
Gue: macaroni schotel?
Mbaknya: satu 25 ribu
Gue: tahu petis?
Masnya: 2500/piece

Akhirnya gue pergi dengan membeli 2 potong tahu petis, segelas teh kemasan dan dua botol aqua untuk = 20 ribu ajah

Bayaran yang mahal untuk mengatur keuangan, heh? Hahaha :p

Kelalang liling, kami nanyain tiga financial clinics. Pertama, Kurnia Finacial. First impression: cukup hard selling karena orang liat2 bukunya aja diajak beli. Dan kami diminta nulis data. Jadi kami turutin aja, lalu tanya tanyi aja seperlunya, dan tentu untuk tahu harga.

Kedua: Tatadana. Ternyata ini didirikan oleh Tejasari, partnernya Ligwina dulu. Tertarik lah gue. Tanya tanyi, dapet voucher untuk konsultasi gratis, dan untuk konsultasi biasa 250.000/orang. Lumayan kan? :)

Ketiga: QM Financial. Not much. Mereka cuma njelasin dikit doang. Kita diri-diri di depan mejanya pun mereka diem aja. Mungkin karena kami tampak seperti anak kuliahan (Menur tepatnya) ya.

Setelah itu, adalah sesi-nya Ligwina dan Eko untuk jadi pembicara. Seperti yang gue perkirakan, yang nonton ruame. Gue sebenernya lebih pengen balik lagi ke tempat free financial clinic. Tapi si Menur pengen dengerin. Jadi ya sudah. Denger sampe presentasinya Ligwina selesai, lalu kami ke free consulting.

Bener kan, udah cukup sepi karena pada nontonin Ligwina. Jadi gue sama Menur bisa dapet antrian. Oh ya, sebelum free consulting, kami diminta untuk mengisi data-data keuangan untuk tahu sehatkah keuangan kami?

Gue dapet planner nya cewek. Namanya mbak Yuna atau Yona gitu deh. Setelah diitung, keuangan gue katanya suka ada bocor halus. Jadi ada pengeluaran yang gak ketahuan. Investasi gue kurang, begitu juga dengan aset likuid. Jadi gue mesti perbanyak investasi. Belum juga puas gue nanya nanyi, si panitianya udah nyuruh plannernya untuk berenti ngasih petuah. Gara-garanya pesertanya udah membludak, takut gak kepegang, jadi mesti dibatasi. Plannernya sampe minta maaf ke gue karena gak bisa sampe tuntas.

Dari situ, gue dan Menur ke booth-nya Mandiri untuk tanya tanyi soal reksadana. Si mas-mas menjelaskan dengan teknis, seperti apa itu reksadana saham, blablabla. Agak kurang jelas karena ngomonginnya teknis luar bihasa.

Merasa kurang puas, kami melewati booth-nya Samuel Aset Manajemen. Itu booth-nya canggih bener sampe minder gue mau masuk juga, hehehe.

Akhirnya gue nguping. Asli beneran ini nguping perbincangan seorang pengunjung sama marketingnya. Dan gue...nggak tertarik. Karena si marketing emang jualan aja gitu, dengan bilang "Kita mulai dari 250 ribu pak. Cuma dengan 250ribu aja udah bisa blablabla..."

Agak bosan sama pendekatan macam itu.

Tiba-tiba, di tengah wajah dongo sambil berusaha nguping, ada seorang mas-mas yang manggil gue, "Ada yang bisa dibantu?" dengan gerakan bibir yang diperjelas di tengah suara band yang mulai bising.
Note: ini kan acara consulting ya. kenapa band-nya mesti genjrang genjreng? susah lho, ngobrol kalo band-nya heboh

Mas-mas ini bernama Simon Robertus, dari Samuel Aset Manajemen.
Gue membuka pertanyaan dengan: Kami beginner dan mau mencoba reksadana, apa yang bisa ditawarkan sama Mas?

Lalu beliau menjelaskan dengan sabar..sampai akhirnya perbincangan itu melebar jadi penjelasan dan agak-agak konsultasi dikit. Dari perbincangan kami bertiga, yang gue dapetin adalah:

- Ya, untuk Dana Pensiun, memang prefer pake reksadana saham. Kenapa? Karena return per tahunnya bisa sampai 20%. Ya, resikonya memang ada. Tapi percaya deh, perkembangan saham nggak terhenti cuma di satu titik. Ada banyak saham dari perusahaan besar yang kita bisa perkirakan bakal berjalan terus. Seperti unilever (kapankah kita berhenti membutuhkan sabun dan odol?) atau indofood (kecuali kita bisa menyetop dunia dari makan mie instan). Jadi reksadana saham itu berhubungan dengan lingkaran kehidupan kita. Selama kebutuhan manusia masih tinggi, saham juga akan berputar terus.

- Ya, untuk mengumpulkan uang renovasi rumah yang rencananya mau ngumpulin buat 5 taun, juga pake reksadana saham. Sama aja penjelasannya seperti di atas.

- Untuk menabung biaya pernikahan (ini pertanyaan Menur)..yang cuma berjangka 2 tahun, mendingan pake reksadana campuran. Yaitu campuran saham dan obligasi. Return-nya memang tak sebesar reksadana saham, tapi itu pas lah buat jangka pendek. Reksadana saham hanya untuk rencana jangka panjang.

- Ya, asuransi jiwa mesti murni. Suami/breadwinner bikin term-nya sampai usia pensiun saja. Jangan dicampur dong sama investasi. Ntar jumlahnya pas dibutuhin nggak sesuai lho, sama yang diharapkan karena mesti dibagi dua? Hayooooo?

- Ya, unitlink lupakan saja. Ilustrasi: ketika bunga saham sampai 40% dan campuran sampai 20%, unitlink cuma akan memberi kita 10% saja. KEtika bunga saham turun jadi 20% dan campuran jadi 10%, unitlink tidak akan memberi kita sepeser pun. Ketika gue tanya, kok gitu ya? Masnya bilang, emang gitu sistemnya dia. Jadi, buat apa?


So, ya...sepulang dari situ gue dan Menur berkesimpulan:
- Beda cara komunikasi efeknya juga beda. mas Simon ini komunikasinya enak, gak pelit ilmu tanpa ditanya, kita nanyanya jadi nyaman juga
- Mari segera rencanakan keuangan kita! Gue akan bikin dana pensiun, dan bikin target baru, Menur akan berpikir untuk bikin rancangan tabungan dana pernikahan.

Apakah kami butuh konsultan? Hm...rasanya masih butuh, tapi untuk sekarang, cukup dari sini saja :))
Doakan kami sukses yaaaa! :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar