Selasa, 29 Maret 2011

SamWon House-Deal Keren

Selalu ada yang pertama untuk semua hal
Baik, ataupun buruk

Dari sekian pengalaman baik gue menggunakan voucher Deal Keren, sekarang saatnya mengalami yang buruk :)

Beberapa minggu lalu, gue membeli sekitar 9 voucher untuk makan di SamWon House di situs Deal Keren. Tentunya semua pesanan itu bukan buat gue, tapi titipan dari temen-temen gue juga.

Hari ini adalah hari eksekusinya (caelah bahasanya ;p).. bareng 4 orang teman, kami meluncur lah ke SamWon House, Setiabudi Building.

Di voucher itu, tertera dua aturan begini:
- Maksimal penggunaan 3 voucher untuk setiap transaksi
- Voucher dapat dipindahtangankan dan digunakan sebagai hadiah

Karena kami datang ber-5, lalu gue tanya lah sama pelayannya:
- Batas voucher kan 3 buah, kami bisa split bill nggak?
Jawabannya: nggak boleh

- Oh, kalo gitu, kita pisah meja aja ya. Jadi masing-masing pakai vouchernya masing-masing juga. Boleh kan kalau gitu?
Jawabannya: nggak boleh juga Mbak. Karena aturannya begitu.

- Hm, kalau pisah meja harusnya bisa dong? Kan beda bill. Nggak papa kok, kita dipisah aja duduknya.
Jawabannya: nggak bisa Mbak. Soalnya, maksimal 3 voucher untuk satu nama.

- Lho, berarti dalam satu hari saya cuma bisa pakai 3 voucher atas nama saya gitu?
Jawabannya: iya

- Kalau saya belinya lebih dari 3? Nggak bisa makan di sini lagi dong nanti malemnya?
Jawabannya: ya datangnya besoknya lagi aja Mbak

*singgggggggggggggggggg.............*

Peraturan yang aneh menurut gue.

Temen gue, L, lalu ngetweet ke DealKeren untuk menanyakan perihal ini. Karena menunggu 3 menit *rasanya lama banget lho, 3 menit untuk orang yang laper tapi harus menunggu konfirmasi apakah bisa makan atau nggak, hehehe* nggak dibales juga, akhirnya gue menelfon DealKeren.

- Mbak, di SamWon House katanya nggak bisa split bill yaa? (Jam 13.27)
Jawabannya: harusnya bisa Mbak

- Tapi tadi dibilang orang SamWonnya nggak bisa. Katanya 1 nama cuma boleh maksimal 3 voucher untuk satu hari transaksi
Jawabannya: sebentar ya, saya tanyakan dulu

********** menunggu 1 menit

Jawabannya: iya Mbak, nggak bisa. Soalnya kan aturannya cuma 3 voucher maksimal

- Lho, tapi kan aturannya voucher ini bisa dipindahtangankan sebagai hadiah? Berarti kalo saya ngasih orang, terus dia pake barengan sama saya, nggak bisa juga dong?
Jawabannya: ya kita nggak perkirakan begitu.

- Dan kalau kejadiannya begitu, gimana? Kalau orang yang saya kasih voucher sebagai hadiah itu makannya barengan waktunya sama saya? Nggak bisa juga?
Jawabannya: hm, sebentar ya Mbak. Saya tanya marketingnya dulu. Boleh minta nomer telfon Mbak?


Akhirnya gue kasih lah ya nomer telfon itu, sembari menunggu jawaban tweet-nya L di twitter. Berhubung kami udah pada kelaperan, akhirnya kami memesan Sogogi Jeongol, yaitu sup yang bisa buat 4 porsi. L dan 2 orang temen gue pesen tambah nasi 3 porsi. Minum, appetizer dan dessert-nya udah dapet gratis dari SamWon.

Jadi lah gue cuma makan itu appetizer, yang rasanya di lidah gue nggak karu-karuan. This is a total subjective opinion, ya. Mungkin karena gue udah kesel banget, nggak ada yang terasa enak di situ. Kerangnya rasa kulkas, kentang dan tahunya juga enakan di tempat somay depan kantor. Pas sup-nya dateng pun, gue cuma makan beberapa suap, terus dimakan sama temen gue, saking nggak bisa masuk perutnya ;p

Nggak lama, L bilang kalau DealKeren sudah menjawab tweet-nya, dan bilang bahwa dia pun baru tahu kalau di SamWon nggak bisa split bill. Gue pun nge-tweet ke DealKeren, bilang bahwa orang DealKeren katanya mau nelfon balik, tapi kok nggak nelfon2 ya? DealKeren minta maaf, itu karena orang salesnya susah dihubungi. Entah yang dimaksud orang sales DealKeren atau SamWon House. Ya sudahlah, semua pun kembali berusaha tetap menelan makanan.

Di saat nggak bisa nikmatin makanan itu, di belakang gue ada pegawai cowok yang kata temen gue berbaju putih (karena gue membelakangi si pegawai), yang sepertinya menelfon DealKeren.

Dengan lantang dia teriak-teriak tentang permasalahan ini. Yang paling terdengar jelas adalah:

"Berarti salah di DealKeren, dong!"

Dan omelannya berlanjut entah apa, gue udah nggak denger lagi. Karena gue dan temen-temen gue udah ilfil dengan kelakuan si pegawai itu tadi. Nggak ada etikanya banget dia marah-marahin DealKeren di saat kami masih ada di situ? Kalau dia berusaha melemparkan masalah ini ke DealKeren dengan menegaskan di telepon bahwa itu adalah kesalahan DealKeren, jujur ya, menurut gue, itu gagal.

Justru semakin gue merasa, bahwa pelayanan di SamWon House memang nggak bagus. Masa sih, mereka nggak di-training untuk menyelesaikan masalah dengan etika? Show some class, please?

Pengalaman buruk ini sampai bikin gue dan temen-temen gue berniat membeli makanan lagi dari situ. Karena beneran deh, dari pengalaman gue ini, nggak enak banget waktu makan lo harus dihabiskan di tempat yang sama sekali nggak membuat lo betah.

Jam 15.26 (hampir dua jam setelah telfon gue ke DealKeren), akhirnya gue ditelfon sama Mbak dari kantornya DealKeren. Penjelasannya:

DealKeren (DK): Kita sudah konfirmasi Mbak.. bahwa bisa kok, di SamWon dengan voucher atas nama satu orang, asal benar-benar pisah meja.
Me: oh gitu, karena tadi alesan SamWon House, satu nama cuma boleh pakai 3 voucher untuk 1 hari lho.

DK: Nggak kok Mbak, udah dikonfirmasi lagi
Me: Ya udah, gini Mbak. Saya kan masih punya beberapa voucher lagi nih. Dengan kejadian tadi, pastinya saya sama temen-temen nggak ada lagi yang mau balik ke sana, kan? Tapi karena terpaksa harus menggunakan voucher yang keburu dibeli, sudah pasti kondisinya boleh pisah meja ya Mbak?
DK: iya boleh Mbak..perjanjiannya boleh, kok
Me: Soalnya tadi udah nanya berbagai jalan, mereka tetap bilang 1 nama untuk 3 voucher dalam satu hari. Saya kerepotan sendiri tadi mau makan juga
DK: iya, mohon maaf ya Mbak


That's it... mendapat jawaban seperti itu sudah cukup membuat gue merasa lebih baik. Pelajaran buat gue, next time gue akan telfon dulu untuk mastiin masalah penggunaan voucher. Mungkin pelajaran buat DealKeren, untuk lebih teliti lagi bikin aturan penggunaan voucher. Mungkin buat SamWon House, pelayanannya ditingkatin lagi deh..terutama bagian sopan santun.


Tapi yang jadi masalah, mesti gue apain lagi ya voucher SamWon House yang tersisa ini? Tadinya mau gue pake makan berdua suami, tapi...

sumpah males banget balik ke SamWon House-nyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa >.<

5 komentar:

  1. Kalau saya nyari deal yang pakai berapapun kupon ga ada pembatasan...menghindari yang gini ini ni...

    yang stop, makan di samwon-nya kan? bukan deal keren-nya? (^.^)V

    BalasHapus
  2. Hi Dewi, salam kenal
    iya nih, belajar banget dari pengalaman ini. soal cari deal di Dealkeren sih tetep dong, hahaha :)

    BalasHapus
  3. Buat CumiCumi, nice try for spamming :)

    BalasHapus
  4. Hi Mbak Faraway, nice share Mbak dari buruk sampai baik. Mohon bantuannya Mbak untuk share pengalamannya dengan isi survey ini di www.surveymonkey.com/s/dailydealsID

    Saya studi ini karena niatnya baik ya bantu marketkan produk2 baru dan produk merchant dengan harga murah, tapi kalau dilihat2 aftersalesnya buruk. Jadi bisa jadi masukan perbaikan dan masukan buat mereka yang mau bisnis ini di Indonesia.

    Thanks in advance!

    BalasHapus
  5. Hai hanyakarin, aku udah isi yaa survey-nya :)
    semoga bermanfaat

    BalasHapus