Rabu, 11 Mei 2011

Putri's Hijab Story ;)




This beautiful girl above is my baby cousin.
Her name is Putri, i used to call her Dek Putri. She wears hijab quite a long time before i do.

A little story behind this post, i was disturbed by a woman i met in the elevator. We're working in the same building, and she knows that i'm married. Then she said: "So that's true. Most women choose to wear hijab after they got married." I answered it with smile. Deep down inside, i asked myself: is that right? If it's not, why didn't i choose to wear hijab before i got married?

This made me jumped into a conclusion, maybe, when i'm not married, i felt insecure if i wear hijab. Insecure that i can't attracted more guys. Insecure that i have limited candidates of guys i can date. After i got married, i want to make myself exclusively only for my husband.

The fact that a lot of girls decided to wear hijab before they get married, intruding me. How can they survived with all those insecure feelings? That's when i got the idea to asked my baby cousin, Putri. Because she decided it in her early freshmen.

This is what she said about all of my questions. She's a funny girl ;) So don't be surprised if her answers sometimes sounds hillarious :D



Her reason to wear hijab

"Memakai jilbab buat aku berawal dari bercermin, dari bercermin itu aku melihat sosok perempuan labil yang merasa empty, perempuan yang sungguh ingin berubah, tentunya ke arah yang lebih baik sesuai syariah agama Islam.

Dorongan tersebut semakin diperkuat oleh lingkungan yang baik, lingkungan yang emang bikin mata aku terbuka, yaaa walaupun pelan2...kriyep2 gitu buka matanya. Tapi ya memang itu yang menjadi trigger buat keputusan pake jilbab.
Di kampus aku di IPB, boleh dibilang mahasiswa barunya dibekali pelajaran agama (agama Islam yang lurus2 aja yee... :p:p ) gak bikin maksa, tapi ya bikin menyadarkan mahasiswanya.

Lingkungan yang religius, seperti itu kampus IPB ku gambarkan. gak mudah juga untuk meyakini bahwa memakai jilbab yang akan menjadi keputusan ku ini bukan keputusan yang sekedar ikut2. Untuk ngambil keputusan itu pun pake acara bersimbahan air mata dan ingus,,,, . ngaaooo!!!.

Ditambah lagi ketika inget doa mama yang ingin anaknya ngikutin syariah untuk nutup aurat,,, bbrrrrrr... merinding,.... harapan mama yang ingin ngeliat anak-anak perempuannya berbusana tertutup dan berjilbab, itu selalu bikin eke nangis setiap solaat... , aku gak mau suatu saat nanti aku menyesal karena telat mewujudkan harapan mama itu, kita gak tau umur manusia bakal sampe mana thoo,,,,

Aku percaya, jilbab selain memenuhi syariah agama islam utnuk seorang perempuan, mengikuti jalan Allah, juga mengantarkan kita untuk menjadi perempuan yang lebih baik. ini soal bagaimana kita menghargai diri kita, dengan berjilbab, aku merasa lebih memberikan berbagai kebaikan buat kita dan lebih bisa menata akhlak."


How many times she Needs to convinced herself about wearing hijab?

"Waktu untuk menjadikan dorongan menjadi real itu kurang lebih 6 bulan. Sebelumnya malah nggak pernah kepikiran sedikitpuun untuk mengenakan jilbab (maklum masih belum ngerti). Menjalankan syariah bukan cuma karena takut masuk neraka, tapi karena malu sama Allah SWT,,
Udah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan buat kita, masa' kita ngikutin permintaanya aja gak mau,,, hahaaaa,, itu pikiran yang sering terbersit,,, MAKAAA DARIII ITU, banyak2 nanya sama sahabat yang sebelumnya udah berjilbab, terus menerus berdoa dibukakan jalan, merenung pula tiap malam, dukungan teman, keluarga bahkan pacar pun hadir,, itu semakin membulatkan hati.
Harapan untuk berjilbab bukan hanya untuk perubahan tampilan fisik, tapi juga sebagai kontrol perilaku, dan tanggung jawab untuk selalu menjaga ibadah.

Saat keputusan itu benar-benar aku utarakan, awalnya pinjem kerudung temen dulu, hahaaa saking leganya udah ngambil keputusan terbaik dalam hidup....."

Her Difficult Times
"Kadang terbersit pikiran pikiran bodoh seperti " Gw jelek pake kerudung", "Ntar susah kerja,"', " Ntar kalo mau sekolah di luar negeri dipersulit," , "Kalo pake kerudung panaaass..." , tapi kalo aku inget tujuan awalku, semua pikiran picik itu hilang seketika. Aku yakin kecantikan seorang perempuan yang berjilbab akan selalu terpancar luar dan dalam. Setelah berjilbab justru ngerasanya adem, tenang terus aura dari dalam diri memancar...., bhahaahaa!!!!!, terus kalo masalah modis atau nggaknya, syukurnya udah banyak clothing yang memfasilitasi para wanita berjilbab ini untuk terus stylish,,justru ngebuat lebih bisa nge-ekspresiin diri dengan warna warni jilbab,,,

Alhamdulillah, setelah keputusan untuk berjilbab diwujudkan, lancar aja kedepannya. dan walaupun dengan adanya jilbab ini menyebabkan putus sama pacar (curcol oy!!) tapi di situasi tersebut, seolah aku ditujukkan bahwa aku diperlihatkan yang benar, dijauhkan dengan orang yang tidak baik buat aku... banyak banyak bersyukuurrr.
Bersyukur pula lingkungan kampus yang begitu memberikan kekuatan buat ku yang berjilbab. meskipun di umur segitu masih punya pikiran untuk seneng2, dandan, atau pake baju2 yang asoyy,,hahaa!! sekali lagi keteguhan hati aku gak bisa dikalahin dengan pikiran picik sendiri."


Her opinion about the stereotype that it's going to be difficult to find the right guy after she wears hijab in young age and single


"Kalau dianggap susah cari jodoh, gak juga... percaya saja bahwa wanita yang baik adalah untuk pria yang baik pula. Jadi untuk apa ragu, insyaAllah Allah SWT akan membukakan pintu rejeki, jodoh, berkah dan kebaikan lain untuk hambanya yang berusaha untuk mengikuti perintah-Nya. Kita jangan lelah untuk mengajak dan menginspirasi teman2 kita, sahabat, dan saudara wanita untuk berhijab.

Mau tunggu tua dulu baru berjilbab? haduh siapa yang ngejamin umur kita bisa sampe tua? Emang proses untuk menyadari bahwa perempuan muslim itu membutuhkan jilbab berbeda-beda tiap orang, apalagi untuk memutuskan itu. Tapi gak ada kata terlambat.
WE ARE SO MUCH BEAUTIFULL IN HIJAB, INDEED!"


So proud of my baby cousin :D
Hope her story could inspired us all :)

photo courtesy of: Putri's facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar