Selasa, 27 September 2011

Hijabku dan Stereotype

Ini permasalahan klasik orang berjilbab.
Ini juga yang menurut gue membuat orang suka salah kaprah soal muslim.
Contoh: pakai sorban berarti soleh.
Insya Allah yang pakai sorban itu soleh. Tapi, bukan berarti kita bisa men-stereotype kan mereka sama rata. Believe me, FPI pakai sorban semua. Solehkah mereka? Hanya Tuhan yang tahu. So stop judging people by their outfit.

Tapi nggak mungkin, kan? Kita manusia, nge-judge itu otomatis. Kalo gitu, nge-judge nya dalem hati aja, gimana? Hehehe..

Jadi ceritanya begini,
Suatu hari gue makan siang sama teman-teman lah. Ada satu teman gue yang memang nggak terlalu akrab. All of sudden, dia ngomongin soal makanan haram dan belum tentu haram or whatsoever lah. Gue sendiri nggak begitu ngeh sama topiknya.
Dia lantas bilang begini: Ada deh tuh, istilah tentang sesuatu yang diragukan boleh atau nggak nya. Apa ya? Lo pake jilbab kan? Pasti lebih tau dong?

Doeeeenggggwengwengweng..
Man, i don't even know what you're talking about. Now you expect me to be such an expertise about it?

Gue otomatis jawab: pake jilbab kan bukan berarti gue nabi
Dia bilang: ya tapi ilmu lo pasti lebih tinggi deh dari gue
Me: ilmu? gue bukan dukun ya yg ngilmu ngilmu.. *mencoba bergurau walaupun terdengar sinis, hehehe*

Bisa gue simpulkan, bahwa ke soktahuan teman gue tadi itu cuma didasari oleh jilbab? Selembar kain dan satu ciput yang menutup aurat gue? Hahaha..maaf ya, tapi rasanya gue takjub aja.

Ada yang bilang, kalau orang berjilbab itu identiknya dengan lemah lembut dan berhati halus. Gue pernah dimaki-maki sama bencong pengamen karena berjilbab tapi nggak mau ngasih dia uang. Sampai supir taksi yang gue tumpangi bengong ketakutan. Sementara gue senyam senyum aja dimaki begitu. Lucu lagi, ada orang yang mengukur kemurahan hati lewat outfit :)) Justru gue nggak mau ngasih mereka karena mereka bisa bekerja lebih layak ketimbang pamer paha dan dada palsu sambil nyanyi dengan suara cempreng dan minta-minta belas kasihan. Kalau standar gue ini dianggap berarti gue nggak berhati halus, silahkan bergumul dengan kekecewaan lo sendiri. Walaupun berjilbab, bukan berarti logika gue mati dan mengukur kebaikan lewat mengobral belas kasihan aja :)

Orang berjilbab itu tetap manusia wahai kawan. Kami masih punya emosi, nafsu, prasangka, lupa dan khilaf. Ilmu agama, akidah, akhlak, iman dan dosa seseorang itu cuma Allah yang tahu. Allah yang Maha Tahu.

Bukankah bersikap baik itu kewajiban semua orang? Taat beribadah itu kewajiban semua manusia? Jadi kenapa mesti yang pakai jilbab aja yang dianggap mesti berbuat baik? Dituntut untuk berhati lembut? Diharuskan punya jawaban atas semua pertanyaan soal agama?

Gue pakai jilbab, pada prinsipnya adalah menuruti syariat agama. Itu kewajiban. Layaknya sholat aja. Wajib kan, sholat itu? Lalu apakah semua orang yang sholat itu akidahnya baik? Ilmu agamanya tingkat tinggi? Nggak juga, kan?

Oh people..

2 komentar:

  1. gue setuju banget! gue muslim, tapi belum pake jilbab. dan gue kesel karena sering dijudge gak beragama sama orang2

    BalasHapus
  2. Hi Keiko..
    Semoga kita dikasih sabar terus sama Tuhan ya :)

    BalasHapus