Sabtu, 19 November 2011

Kecolongan

Ini adalah pelajaran buat semua org yg mau berkomentar tentang keagamaan orang lain.
Saya harap semua yang membaca ini bisa belajar lewat kesalahan dan peristiwa yang saya alami.

Beberapa waktu lalu saya difoto untuk majalah memakai wardrobe pribadi. Ketika difoto, jeans saya terangkat dan terlihat lah kaki saya sebagian, hampir seperti pakai celana 3/4. Saya sudah minta pada stylistnya untuk memotong bagian kaki kalau diterbitkan.

Tapi pada saat terbit,permintaan itu diabaikan.
Jadilah sepotong aurat saya terlihat dan tersebar ke seluruh Indonesia.

Buat sebagian orang,ini mungkin dianggap perkara sepele.
Tapi saya melihat ini sebagai tanggung jawab terhadap agama.
Kepikiran apa kata orang lain? Pastinya.
Apalagi seorang yang berhijab itu rentan dibicarakan masalah ketidaksempurnaannya. Terlalu tertutup salah, terbuka sedikit juga salah.

Jujur,ketika majalah itu terbit,kepala saya pusing luar biasa. Tekanan batinnya berat sekali sampai saya terpikir untuk mengurung diri selama beberapa hari.
Tak terbayang komentar dan cemoohan orang lain tentang hal itu,meski diluar kuasa saya.

Saya bertanya-tanya,apa pelajaran yang mau disampaikan Tuhan dari kejadian ini?
Lalu saya menilik lagi pada mulut dan hati.
Mungkin ini teguran dari Tuhan tentang saya yang kadang juga suka mengomentari orang yang berhijab tapi kurang sempurna di mata saya.

Saya juga masih suka membatin tentang orang berhijab yang memakai legging ke kawinan.

Saya masih suka membatin tentang orang berhijab yang pakai baju berlengan 3/4.

Kini saya diberikan posisi yang serupa dengan mereka.

Hati saya hancur dan sangat sedih. Tapi karma itu memang ada. Sekecil apapun yang kita tanam,pasti akan sama ketika dituai.

Astagfirullah al adzim.
Semoga bisa jadi pelajaran untuk semua orang ya..

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar