Rabu, 04 Januari 2012

Si Tempat Curhat

Hari ini saya baru ngobrol sm seorang teman tentang 'bahasa' tiap orang.
Ini membuat saya berkaca banyak tentang diri sendiri.
Saya,diakui banyak orang sebagai orang yg punya ekspresi aneh dan kasar untuk menunjukkan perhatian.
Misalnya,saya bilang: 'Ngapain sih lo pergi ke acara itu. Katanya sakit.' dengan nada yg jauh dari lemah lembut.
Atau dengan nada yg benar-benar bercanda saya bilang, 'Adoooh..apalagi sihhh?' ke teman yg mau curhat masalah yg sama setiap harinya.

Itu baru dua contoh.
Selebihnya lengkap sudah saya dicap heartless oleh teman-teman saya.
Banyak teman yang memilih tidak curhat sama saya. Karena saya akan terang-terangan berucap hal yg sebenarnya tanpa filter.
Bukan maksud saya mau menyakiti hati mereka. Percayalah, saya adalah orang yang senang mendengarkan curhatan orang.

Tapi saya nggak tega kalau teman yg saya sayangi tertipu fatamorgana. Jadi saya cenderung cepat memberikan kenyataan pahit ketimbang membesarkan hati teman saya dahulu.
Tujuan saya satu: menyudahi kesedihan teman saya dengan mengungkapkan fakta tanpa bertele-tele.
But y'know women are..
They choose people who can make them comfortable and love to hear what they want to hear.

Too bad i can't be that kind of person.

Ada seorang teman yang punya masalah cinta pada suatu masa. Jujur tiap hari mendengar ceritanya, saya bosan. Karena pada dasarnya ia sudah tahu apa yg harus dilakukan, tapi merasa nggak bisa melakukan hal tersebut. Dari mencoba sabar, saya pun mulai mengurai masalah langsung tanpa kata-kata berbunga.
Setelah itu ia berhenti cerita. Baru saya tahu dari Daly. Ketika kami pergi ramai-ramai, ia sering colongan curhat ke Daly dan langsung bungkam kalau saya datang.
Saya sedih dengernya sekaligus bersyukur. Sedih karena nggak tahu mesti mbantuin temen saya ini dari sisi mana lagi. Tapi bersyukur karena teman saya dapet tempat curhat baru yaitu Daly.

Semakin hari pun makin terhitung yang mau curhat sama saya.
Biasanya yang datang dan mau curhat biasanya sudah menyiapkan hati dan mental untuk menerima reaksi saya. Karena mereka biasanga mengawali curhatan dengan: 'Lagi sibuk nggak? Mau ngomong nih gue.'

Dari situ saya berkesimpulan, saya mungkin bukan tempat curhat banyak orang. Tapi at least orang yang datang dan curhat ke saya sudah paham apa manfaat yang akan mereka dapatkan setelah curhat.
Sekalipun bukan menenangkan, tapi ada lah manfaat lainnya.
Toh itu memang tujuan saya.

Tapi saya bertekad untuk membenahi diri juga. Paling nggak, orang-orang bisa paham bahwa saya senang kok direpotin dengan curhatan mereka. Mungkin saya harus mulai dengan pendekatan yg lebih halus, jadi orang nggak takut.

Semoga saya bisa terus berguna untuk banyak orang dengan membantu mendengarkan cerita teman-teman tersayang saya. Aamiin

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar