Minggu, 11 Maret 2012

R.I.P Olivia Dewi :'(

Sabtu Subuh, gue baca berita di detik.com tentang kecelakaan mobil di Sudirman.
Sambil bersiap tidur lagi, gue bilang sama Daly "Kecelakaan di Sudirman, nih. Karena mabok apa, ya? Sampai terbakar mobilnya."

Setelah itu gue balik tidur, sementara Daly bersiap untuk pergi sama teman-teman kantornya. Sama sekali nggak terpikir atau ada firasat apa gitu..sama sekali nggak ada.

Siang-siang gue bangun dan buka twitter. Cia, salah satu temen gue menulis "Can't believe what i just heard" or something gitu di akun twitternya.
Gue berpikir, hm.. mungkin masalah pribadi, tapi kayaknya serius.

Habis itu gue nonton film sambil istirahat, karena kepala keleyengan. Begitu filmnya selesai, gue buka twitter lagi. Status Cia berganti, jadi ucapan belasungkawa dan doa buat Olive, salah satu GADIS Sampul yang kami kenal. Olive dikabarkan meninggal saat kejadian yang subuh tadi berlangsung.

Dada gue sesak, dan langsung gue kirim whatsapp ke teman-teman gue yang lain, untuk menanyakan kepastian ini. Cuma, saat itu provider handphone gue lagi lemot luar biasa. Jadi cukup lama nunggu balesan mereka. Gue sambil liat akun twitter teman-teman yang lain. Dan ya, mereka juga mengucapkan hal yang sama.

Gue buka detik.com lagi, beritanya makin jelas.

Sampai akhirnya Mba Dea, membalas whatsapp gue dan bilang: Mba Ida (one of my bosses) lagi ke Dharmais untuk memastikan.

Half an hour afterward, Mba Dea sent me message: Confirm, itu memang Olive :'((

Nggak lama kemudian, Othine nelfon. She just can't believe it :'( dan nggak nyangka bahwa meninggalnya Olive se-tragis itu. Othine pernah jadi stylist yang memotret Olive tahun 2010.

Sorenya, Bobby yang cukup dekat sama Olive dulu, sms gue dan mengajak melayat ke Dharmais bareng teman-teman yang lain. Too bad, saat itu gue lagi di jalan menuju rumah sakit, karena ada suaminya sepupu gue yang baru selesai operasi tumor. Besides, gue hari Sabtu itu lagi darah rendah parah, dan sering pusing karena masalah mata. Jadi gue nggak bisa ikutan melayat.

Di waktu berdekatan, Dita, teman gue dari antah berantah kirim whatsapp, yang ternyata Olive adalah anak bos-nya. Mereka baru bertemu hari Rabu sebelumnya, makanya Dita sangat sangat sedih dengan kabar ini. What a small world, sayang ketahuannya dari berita duka :(

Sekitar jam 7 maleman, Bobby sms gue lagi. Dia baru pulang dari Dharmais, dan cerita bahwa di Dharmais, suasananya amat sangat sedih.

Twitter teman-teman gue hari itu pun dipenuhi dengan kesedihan dan memori tentang Olive.

Olive yang kami kenal, adalah anak yang luar biasa menyenangkan, pintar, keren, dan baik hati. Dari kasusnya, mungkin orang akan beranggapan bahwa Olive berada dalam pengaruh alkohol, seperti bagaimana gue menduganya pagi itu.

Tapi, setelah tahu itu Olive, gue yakin bahwa itu bukan pengaruh alkohol.

Kecelakaan itu terjadi dekat rumahnya. Kemungkinan Olive mau pulang, tapi karena belum stabil menyetir, makanya terlewat dan akhirnya menabrak.

Olive yang gue tahu, bukan orang yang ceroboh. Terutama untuk hal yang memang bisa ia perhitungkan, she's a smart girl. Jadi, bisa terbayang kenapa ia bisa oleng saat menyetir. Kemungkinan karena dia belum bisa mengontrol mobilnya.

Nggak heran kalau semua teman-teman gue berduka luar biasa. Karena nggak ada kesan buruk sama sekali tentang Olive yang ada di pikiran kami.

Kabar terakhir bilang bahwa Olive berada dalam kondisi tidak sadar saat mobil terbakar. Mudah-mudahan, kondisi itu membuat Olive tidak merasa sakit menjelang ajalnya :')

Hari ini, adalah hari dimana rencananya Olive akan dikebumikan di San Diego Hills. Dear Olive, semoga kamu bahagia di sana, ya. Banyak orang yang sayang sama kamu, karena kamu juga orang yang penyayang. Di sini, akan banyak orang yang berjuang untuk nama baik kamu, karena kamu memang nggak pernah terlihat buruk sekali pun di mata kami.

Mengutip pernyataan Dian, teman saya, buat Olive: "Selamat jalan, Olive. You were a beautiful, energetic, cool, fun and smart girl. And that's how you'll be rememberend", mewakili perasaan kami yang mengenal Olive di lt.4 ini :')

Kamis, 08 Maret 2012

Saya Kangen Tika

Semalam saya mimpi kangen tika banget. Lalu berpikir untuk datang ke makamnya. Disitu makam nggak berbentuk kuburan, entah mengapa.

Makam Tika seperti berada di dalam rumah, dijaga oleh beberapa orang. Mungkin mereka malaikat.

Tika seperti tidur dalam peti kaca. Mirip kisah putri salju. Tapi itu hanya sekilas bayangan di mimpi. Saya sendiri belum pernah ke makam tika. Karena tidak hadir pada saat penguburan.

Saya berjalan ke bilangan Jakarta Selatan. Di situ ada rumah yang entah mengapa saya harus mampir. Saya duduk di garasi, di hadapan saya ada mobil biru bak terbuka.

Tiba-tiba Tika datang. Memakai kemeja putih dan celana kuning pupus. Itu nggak Tika banget sih, hahaha.

Saya dan Tika ngobrol cukup panjang. Dan dia bilang, 'Gue seneng bisa ngobrol tanpa merasa digurui. Semua orang seharusnya bisa bersikap sama ke sesama'.
Setelah itu Tika pamit mesti ke tetangga depan sebentar.
Saya bilang, 'Tapi balik lagi ya Tik.'
Tika menyahut 'Iya.'
Ia lalu berlari menyeberang, dan saya terus memperhatikan. Entah mengapa saya takut mimpi itu akan berhenti. Saya sangat kangen Tika dan masih ingin ngobrol.

Tika disitu menepati janjinya. Ia hanya bicara sebentar sama tetangga dan balik lagi. Belum sempat ngobrol, Tika bilang harus ke tetangga lagi. Saya kembali menunggu dan memperhatikan pundaknya yang menjauh.

Sekali lagi Tika menepati janjinya.
Ia kembali ke garasi dan ngobrol dengan saya. Kalau nggak salah ada seseorang lagi bersama kami.

Tapi baru ngobrol sebentar, tiba-tiba mata saya dipaksa untuk membuka.

Ya, mimpi itu telah berakhir dan bukan Tika yang meninggalkan obrolan, tapi saya.

Saya bangun dengan dada sesak. Tapi tak langsung meraung nangis seperti waktu saya mimpi dia sebelumnya.

Saya tahu saya harus menuliskan perasaan ini, untuk sedikit melepaskan rasa sesak, walaupun saat ini pun saya perlahan berlinang air mata. Saya kangen sekali sama dia.

Saya takut akan mengalami kehilangan seperti ini lagi. Seorang teman yang sangat baik dan sincere seperti dia.

Entah apakah saya akan sanggup menahan kangen dan sedih, tapi rasanya itu tak perlu dipertanyakan.

Tuhan pasti akan mengambil milik-Nya. Gimana kita belajar mengikhlaskan saja.

posted from Bloggeroid

Kamis, 01 Maret 2012

Mata Saya Minus Setengah

Ceritanya bermula sebulan yang lalu. Saya jadi gampang pusing dan darah rendah. Mata mulai buram kalau melihat jarak jauh.
Kirain saya kurang tidur. Maklum, beberapa minggu belakangan ini saya insomnia. Nggak bisa tidur sebelum lewat jam 12 malam. Saya sampai olahraga di malam hari biar capek, lalu tidur cepat. Walaupun hasilnya nihil :p

Saya juga sering sakit kepala. Biasanya saya sakit kepala kalau makan 4 makanan enak-tapi-nyebelin yaitu coklat, kacang, susu dan keju. Belakangan ini saya nggak makan itu kok. Tapi sakit kepalanya ada terus. Dan anehnya, sakit kepala ini nggak menggigit, tapi bercokol cukup lama.

Saya rajin minum jus tomat 3 hari belakangan ini, karena takut ini kolesterol or whatsoever. Yang ini sih disuruh Daly, hahaha. Saya juga memilih makan buah tiap malam.

Tapi karena penglihatan saya buram, saya jadi bertanya tanya sama teman-teman, 'Pas lo awal tau punya minus itu apa rasanya sih?'.
Rata-rata menjawab pusing.

Jujur saya nggak puas dengan jawaban tersebut. Karena kurang spesifik pusingnya kayak apa. Tapi, saya paham..mereka begitu karena sudah lama pakai kacamata. Sehingga lupa namanya. Besides, mungkin mereka orang yang tahan menahan rasa sakit. Beda sama saya, hehehe.

Siang hari kemarin saya ke RS.Aini, bareng Binbut. Impulsif aja karena penasaran yang nggak ilang-ilang dan pengen segera dapet jawaban.

Kenapa saya ajak Binbut dan bukan Daly? Karena jalan sama Binbut berasa jalan sama ibu saya, hahaha :p
Setelah di cek sana sini, foto mata, dll, Binbut dengan sotoynya bilang 'Kayaknya mata kiri kau yang bermasalah, soalnya susternya ganti setting pas di mata kiri itu'.

Saya cuma manggut-manggut.
Akhirnya saya masuk ke ruang dokter, di cek lagi dan YA!
Binbut benar!
Mata kiri saya minus setengah.
Tapi saya nggak mau pakai kacamata, jadi sama dokternya dikasih obat dan tetes mata aja.
Pulangnya saya sedih.
Mellow kayak abege. Saya sedih karena saya nggak terlahir dari keturunan berkacamata.
Yang artinya itu karena ulah saya sendiri.
Selain kerja di depan komputer terus, mata saya sering dipakai untuk main ipad saat lampu padam sambil tiduran.
Hadoooh..kalau inget kejadian itu sediiih deh. Harusnya kan nggak perlu sakit ya matanya, kalau saya bisa lebih ngejaga.
But life goes on.
Daly langsung ultimatum saya untuk minum jus wortel dan tomat murni tiap hari. Mumpunh minusnya masih bisa disembuhkan.

Haaaaaa....
Tuhan, maaf yaa saya lalai jaga mata

posted from Bloggeroid