Senin, 30 April 2012

Anak Kecil Hamil!




Anak ini bernama Muthia. Tp gue biasa manggil dia Chibi karena postur tubuhnya yang mungil. Karena kecil inilah, ketika dia menikah setengah tahun lalu, semua orang gemes. Abis suaminya gak kalah chibi dibanding dia, hahaha. Jadi kayak anak sd udah berumah tangga :p

Chibi is one of my dearest friends. We've been through ups and downs. Tears and laugh. In the end, we always ended up together.

Hari Kamis minggu lalu, kita ke doktet berdua. Gue batuk nggak abis abis, dia nggak enak badan nggak kelar kelar. Tiga hari kemudian dia bilang balik lagi ke dokter untuk cek kesehatannya. Gue sempet ngomelin dia karena pake puasa pas lagi sakit, mengingat kondisinya masih lemah.

Selasa, dia bilang kalau ternyata sakit itu karena dia HAMIL! Aaaaaaaauwooooo...! Hahaha..
Alhamdulillah, senangnya luar biasa.

Dan gue nggak bohong soal gue seneng. Gue tau ada beberapa orang yang khawatir sama perasaan gue karena dia hamil. Padahal ya, justru karena gue ngalamin belum hamil cukup lama, gue seneng banget ada orang yang bisa hamil. Apalagi Chibi sempat 6 bulan kosong. Kebayang bahagianya dia sekarang kan?




Seminggu setelah dia kasih kabar itu, alias pas gue baru balik ke jakarta, dia bilang dia perlu bed rest. Mungkin kehamilannya memang tipe yang butuh perhatian ekstra. Mudah-mudahan setelah bed rest kehamilannya bisa lebih kuat.

As for now, let's pray for her :) she's my good friend and i always wish her the best in life. And i can't wait to be an aunt :D

Bismillah ya Chibi.. God would not give you hope without ways to get it :D

posted from Bloggeroid

Minggu, 29 April 2012

Confessions

1. I'm not fat, my shirt is still M but i can't wear size S anymore.
2. I love to sleep and daydreaming.
3. I realized i can't be perfect just now. I tried mamy times before and failed. God created me with the human limitations. So all i need is try to ask God to make me perfect and do anything at its best :)
3. I'm not into fashion. But i found fashion is really attractive.
4. I eat a lot but not that much. You will find me full and give up eating.
5. I do cry. Because i'm human. I can feel sad, dissapointment and anger. One more important thing, i have tears :)
6. Eat makes me feel good.
7. I'm happy if i can wear my pajamas to the office. And i did that many times. I just can hide it fron people, teehee!
8. I'm tired.
9. I'm lazy.
10. I hate messy room but can't help create one, mwihihihi :p

posted from Bloggeroid

Minggu, 15 April 2012

Pak Raden Ngamen

Beberapa hari lalu, twitter ramai sama hashtag #pakradenngamen. Gue tau dr jumat kalo nggak salah. Uliel, adalah salah satu temen gw yg rajin update soal #pakradenngamen.
Nggak pake lama, mata gw langsung ngembeng. Sedih banget ngebayangin seorang kakek berusia hampir 80 tahun, yg turut mencerdaskan anak bangsa, dan bikin Indonesia punya ciri khas budaya mesti hidup nelangsa.

Right at that moment, gw minta Daly utk meluangkan waktu hari Sabtu utk dateng bareng ke #pakradenngamen.

Di hari Sabtu, 14 april 2012, rencana berubah karena Daly diminta utk ikutan workshop Indonesia Mengajar. Jadwalnya sih dari jam 2-5 sore. Sedangkan acara #pakradenngamen dimulai jam 4 sore.
Sempet terpikir utk dateng telat aja, nungguin Daly selesai. Tapi, baca di twitter, lagi2 si uliel ngasih update bahwa dr jam 2 pun Pak Raden udh bikin press conference.

Karena geregetan, sekalian aja deh gw ajakin si Uliel utk berangkat bareng ke rumah Pak Raden di jl.Petamburan 3 no.27.
Uliel yg tadinya mau ngurusin deadline, akhirnya memilih utk ikut gue.
Kita ketemu di Plaza Semanggi jam 3. Langsung meluncur ke petamburan dan sampai di lokasi jam stgh 4.

Di situ udah ruame banget media yg dateng. Pak Raden santai aja dirubung media begitu. Ia seperti sudah mahfum sama spotlight. Tapi tetep aja kebayang kasian beliau, yg sudah sepuh harus menanggapi banyak pihak dari siang sampai malam nanti.

Sebelum semua dimulai, Pak Raden sempat berganti beskap dari hitam menjadi merah. Katanya beskap hitam itu kesempitan, hehehe.

Rumahnya cukup sederhana. Memang benar ada plafon yg bocor, memang benar dapurnya tak terurus. Rak bukunya berantakan, begitu pula buffet tempat beliau meletakkan apapun. Gue lihat ada bon pengobatan sampai kwitansi kebersihan tergeletak di situ. Dan sedihnya gw sempat sepintas melihat kamarnya yg kurang rapi. Selimut bergulung tak beraturan di atas tempat tidurnya.

Rumah Pak Raden dihiasi lukisan-lukisan beliau. Rasanya pengen membeli satu, tapi buat gw masih mahal. Besides, gw nggak bisa membeli lukisan dengan objek makhluk hidup. Jadi gw memutuskan untuk menikmatinya saja.

Acara digelar awalnya dengan curhatan Pak Raden tentang ia yang kehilangan hak cipta. Sambil ditemani deretan boneka pemeran serial Si Unyil yg sudah berdebu. Banyak yg bertanya, kenapa Pak Raden baru meributkannya sekarang? Rupanya karena beliau baru merasakan akibatnya sekarang.




"Ibarat matahari, usia saya sekarang sudah condong. Semakin lama semakin condong. Alangkah indahnya jikalau akhirnya terbenam nanti, ada hadiah yg berupa hak cipta itu kembali," ujar beliau sambil menggerakkan tangannya menirukan arah matahari.



Gw jadi paham, beliau lelah.
Dan di saat tak ada anak-cucu utk dibanggakan (Pak Raden hidup membujang), Si Unyil adalah sumber kebanggaan beliau. Satu-satunya hal yg membuat beliau bisa menapakkan posisinya. Membuatnya bisa berpijak.

Dengan ramainya awak media di rumahnya yg mungil, bisa dipastikan acara hari itu tidak bisa dinikmati dengan khidmat. Menurut gue, orang2 yg datang selain media ingin mendengar langsung cerita dari Pak Raden dan menghayatinya. Sementara situasi hari itu penuh dengan kamera dan mic serta awak media yg terus menerus mencari tempat utk mengambil gambar Pak Raden yg terbaik. Susah sekali untuk bisa dekat dan melihat beliau bercerita.

Gw pun memutuskan nggak lama di sana. Cuma dua jam, mendengarkan beliau bercerita sedikit, dan sesekali bernyanyi. Nggak lupa beli kaos yg jadi souvenir dan buku cerita anak karangan beliau. Jam 6 sore gw pulang sama Uliel lagi. Dan sepertinya acara itu masih berlangsung sampai agak malam.

Di sisi lain, pesan yg mau disampaikan Pak Raden sudah tersebar luas. Hari Minggu, berita soal Pak Raden sudah muncul di tv. Berbagai ucapan maupun tindakan penuh simpati ingin membantu beliau muncul. Semoga ini menjadi jalan agar doa Pak Raden dikabulkan. Dan semoga bantuan yg ditawarkan tersebut tak sekedar wacana.

Selamat berjuang Pak Raden :)







posted from Bloggeroid

Selasa, 10 April 2012

GOD works in mysterious ways

I just passed a phase where i can only wish, imagine, plan and God speaks.

A short term journey that makes me realize something: i still have to do this up until-- nobody knows.

For the last few years, i feel tired of doing what i do. Tired of (to me) an unbalance life. I wish for better life, better work, better health. I imagine i would have them all by changing my path. I made plan to leave and try another field.

The plan has come.
My previous imagination became clearer.
(I think) my wish was coming true.

But i thought it is wiser if i ask HIM first for the best decision.

So i did istikharah.
Not many, just few.

But explains a lot. Gave me a lot.

Until i reached a point where each and every part of my body said no. Said no to my plan, said no to my imagination, said no to my wish.
I can't move, barely breathe, like it took all the energy i had at that time.

I chat, discussed, talked, text-ed, did almost all things to figure out what's going on.
But the answer was getting clearer.

It was a NO.

Oh GOD, i should have realized who i am to you.
A creature that wish too much, where i didn't give as much as it needs.

Oh God... *blank*