Sabtu, 09 Juni 2012

I miss a lot of things

Belakangan ini, gue hampir nggak punya waktu tersisa.
Berangkat pagi, pulang malem, lanjut meeting sampai mol tutup.
Kadang pulang cepat, tapi bawa kerjaan ke rumah.

Beda banget sama..let say, empat bulan yang lalu, dimana gue masih bisa hahahihi kemana-mana pulang kantor. At least, satu kali dalam seminggu bisa deh.

Anehnya, bukan sekedar jalan-jalan pulang kantor itu aja yang gue kangen.
Tapi, ngobrol sama teman-teman dekat dalam waktu lama. Let say sama Dita (si orang baik yg kerjanya nyuruh gue terapi hormon itu), atau Dijo alias Dinda, sahabat sekaligus partner gue di ILUVIA.

Meeting sama dia dan satu lagi partner gue itu bisanya dikerjain di whatsapp. Gila ye? Dan udah lamaaaa banget kita bertiga nggak meeting bareng tatap muka. Kalaupun Dijo bisa, Dian yang nggak bisa. Kemarin gue bisa meeting sama Dian, tapi Dijo-nya mendadak nggak bisa. Terakhir awal Februari atau akhir Januari gitu.

Gue juga kangen sama orang-orang yang 'sejalan', seperti Aul atau sepupu-sepupu gue yang suka gila ngajakin ke pameran lukisan apa, atau festival film apa gitu.

Kemaren akhirnya gue nekat dong, ke Brightspot bareng temen-temen kantor. Yang berujung janjian sama Ayu, sepupu gue yang udah lama nggak balik ke Jakarta. Pokoknya gue memanfaatkan waktu untuk ngobrol panjang kali lebar kali tinggi lah biar bisa kangen-kangenan sama Ayu.

Eh, di tengah-tengah ngobrol, gue bengong. Macam 2-3 menit gitu gue bener-bener lost dan mikirin kerjaan tingkat tinggi. I was like, helloo? Ini quality time ada di depan mata, tapi nggak dimanfaatin juga. Emang dasar ;p

Then i realized, there is something going on in my mind. A weird one.

Gue memutuskan cerita hal ini ke seorang teman. Tentang kondisi serba absurd bin capek ini. Teman gue, yang orangnya cinta bener sama kerjaan ini, justru memotivasi gue untuk lebih mem-balance diri. Dan sesi diskusi itu berakhir dengan saling memberi masukan.

Sejenak gue berusaha mengingat lagi siapa yang bisa gue jadiin contoh untuk menghadapi masalah kayak gini. Then Daly came on my mind. Jadi mikir, kapan Daly pernah mengeluh karena kehilangan waktu dengan teman-temannya. Since dia lebih sibuk daripada gue, kan. Tapi dia nggak pernah mengeluh sekalipun. Dia justru bilang bahwa ini mungkin adalah persiapan kita buat masa depan nanti.

So yeah.. i will try accept that i do miss my socializing time. But i will also try to go out from this shell and do more.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar