Minggu, 29 Juli 2012

Update Status Dewi Persik

Hihihi..
jangan geli ya sama statusnya :p

Tapi tulisan yang akan segera kalian baca ini, memang terinspirasi dari statusnya Dewi Persik (DP).
Jadi suatu hari, twitter ramai dengan berita serunya diskusi antara DP dan beberapa orang, seputar film Mr.Bean kesurupan itu.

Gue pun akhirnya membuka timeline-nya DP, hehehe. Kepo ceritanya.
Inti masalahnya gitu lah, bisa ditebak sendiri.
Dan bukan itu pula yang menarik perhatian gue.

Tapi, di sela diskusi itu, DP sempat membalas satu mention dari orang. Ceritanya, kan DP suka nge RT orang yang memuji dia. Dan si orang tersebut semacam nggak percaya sama RT-an yang manis-manis itu.

DP bales dengan mention yang kurang lebih begini bunyinya:
"Ingat ya, saya nggak bisa balas kamu terhadap fitnah yang kamu lakukan sama saya. Tapi kamu juga manusia biasa, sama seperti saya."

I was like, wow!

Bukan tentang reaksinya yang bikin gue ter-wow. Tapi esensi kalimatnya itu.

Sering nggak sih kita, berada di posisi yang nggak bisa membalas, sekalipun ada orang-orang yang menjelekkan kita? Atau menghadapi orang yang ngomongnya jelas-jelas menyerang dan nyakitin hati kita?

Rasanya nggak sekali dua kali itu terjadi, ya kan?

Dan di kala kita nggak bisa membalas kelakuan itu, apa yang kita lakukan?
Marah? Ya pasti.. kesel, ngedumel, apapun itu lah.

Di satu sisi pastinya geregetan, ya. Maunya ngasih pelajaran aja sama orang itu. Penginnya ngebales biar orang itu sama sakit hatinya seperti kita.

Cuma, dari kalimat yg disebutkan DP tersebut, menurut gue cukup jadi self-awakening.
Gimana kalau kita mengingatkan diri, bahwa orang yg nyakitin kita itu juga manusia? Bahwa ia juga bisa kena karma, bahwa ia juga bisa disakitin sama seperti dia menyakiti kita, atau bahkan lebih. Bahwa ia juga bisa dosa karena udah nyakitin kita.

Mungkin itu akan lebih relieving ketimbang marah-marah. Mungkin itu akan membuat kita juga lebih tegar menghadapi apapun serangan lisan (ataupun tulisan) yang ditujukan ke kita.

Lebih advance lagi (menurut gue), mungkin kita bisa mendoakan orang yang menyerang kita tersebut agar jadi orang yang lebih baik. Itu hal yang pernah juga diucapkan sama bokap gue, mendoakan orang yang menyerang kita.

Dan rasanya, kalau kita bisa mendoakan hati kita biar tetap dingin, mendoakan diri kita untuk menyadari bahwa orang yang menyerang--bukan berarti lebih tinggi derajatnya ketimbang orang yang diserang, mendoakan juga orang yang menyerang tersebut biar lebih baik, hasilnya juga akan lebih menyenangkan.

It takes time to heal, takes time to pray for them also, but at least.. try it :)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar