Rabu, 07 November 2012

Hijab Story: Maysi


Photo courtesy of: Maysi
 
Sejujurnya, gue nggak terlalu kenal sama cewek yang satu ini. Karena, gue masuk kantor yang sekarang buat menggantikan dia. Hahaha... Jadi bisa dibayangin kan, gimana caranya gue mau kenal?  Untunglah dunia cuma seluas daun kelor. Jadi kita bisa kenal sampai ke dunia maya.
Suatu hari, gue kaget dengan profile picture-nya yang terbaru. Maysi pakai hijab! Waw!
Gue kaget simply karena gue nge-judge Maysi dari tweet-tweet-nya. Some of her tweets are witty,  ekspresif banget lah, macam apa yang dipikirin ya di-tweet, well, yang gue rasain sih gitu :)

But i believe life has mysterious ways to surprise you. Kondisi Maysi nggak beda sama gue yang dikenal sebagai si mulut pisau karena sadis. Tapi, kita berdua toh punya rencana yang sama yaitu memperbaiki diri di mata Allah.So, bring it on! ;p
Balik ke pernampilan baru Maysi, jujur gue seneng dan akhirnya tertarik buat menceritakan kisahnya berhijab. Jadi gue kirim e-mail ke dia untuk ngajuin beberapa pertanyaan sekaligus minta izin buat dipublish jawaban beserta fotonya.

PS: May, sori yah... foto yang kedua nggak bisa di-save. Jadi gue pake foto pertama, hehehe
 

Here we go...
Alasan Maysi untuk pakai hijab...
Jujur, kalau ditanya gini selalu bingung jawabnya. I choose to wear Hijab, because from that day on, I sort of think this kind of fashion suits me best. Terdengar shallow mungkin, but when the call comes, I can't do anything else but to answer it. I'm that kinda gal who always follows her heart aja, because mind cannot feel what heart can. *tsah* :P

Mulai pakainya hari Jumat 12 Oktober 2012 lalu. Dadakan banget, ga ada persiapan apa-apa. Hari kamisnya kepikiran pake, Jumatnya pake. Nggak ada dorongan dari siapa-siapa, tapi dapet support yang luar biasa dari suami tercinta, begitu bilang untuk memutuskan pake jilbab.


Sempat merasa ragu buat berhijab kah?Nggak ada tuh. Emang dorongan hati sih ya. Jadi nggak ragu sama sekali :)


Ada nggak orang-orang yang kurang setuju sama keputusan memakai hijab ini?
Banyak! Hahaha... mungkin bukan nggak setuju, but they seem to keep on questioning the reason aja. tTey keep on bugging me with questions. and luckily, I'm stubborn enough to not give a damn, hahaha. :D



Perubahan apa yang dirasakan setelah berhijab? Selain penampilan yah...

Awal gue pake jilbab sih memang nggak mengharapkan ada perubahan apa-apa ya. I'm still me, no matter what clothes I'm wearing on the surface. Tapi memang entah kenapa semenjak pake jilbab, gue jadi lebih rajin sholat malam. kayak ada yang ngebangunin setiap jam 1 atau 2 gitu. Percaya nggak percaya sih :) dan emang berasa banget lebih deket sama yang punya jiwa dan badan ini...



Sebagai orang yang ekspresif di twitter,apakah ada keinginan buat mengubah cara nge-tweet? Atau ada pandangan lain?
Ini menyambung jawaban gue di nomor empat sih ya. Gue pribadi nggak berniat dan berpandangan kalau hijab yang gue pake sekarang akan gue pake untuk jadi alasan gue buat nggak jadi diri sendiri lagi. Sampai sekarang pun, gue masih tweet nyindir, tweet nyinyir, tweet marah, dan tweet dengan bahasa "sedikit" kasar kok, haha... Kalaupun nantinya akan ada perubahan dalam bahasa dan tingkah laku, itu murni karena gue yang mau. bukan karena terpaksa dengan alasan hijab. Karena kalau alasannya terpaksa karena hijab, kan sama aja dengan membohongi diri sendiri. Buat apa jadi pembohong kalau alasan pake hijab awalnya justru dari kejujuran hati?
Beberapa ada sih yang protes dengan kalimat: "Nggak malu sama jilbab?" and when they do say it, gue sih akan dengan lempeng menjawab: "Malu kok sama jilbab, emang nyembah jilbab apa gimana?" haha... konyol aja kalau orang berpikir kita harus takut dosa karena jilbab. Takut dosa ya karena Tuhan lah. masa karena kain selembar?

Sebagai orang yang kerja di bidang periklanan, ada kendala nggak dari lingkungan kantor? 
Untuk hijab dan karir, gue sih nggak nemuin kendala yang berarti ya.Tapi memang, ngga kbisa dipungkiri ada beberapa agency dan orang-orang di dalamnya yang masih beranggapan perempuan berhijab itu nggak berpikiran terbuka, kurang edgy, dan ga mengikuti tren (terutama tren desain).

But then again, itu sih kembali ke pribadi masing2 interviewer dan employer ya.
Gue pribadi sih berpikir klo masalah gitu aja calon bos lo udah dangkal pemikirannya, berarti dia sendiri emang kurang kreatif dan terbuka; thus, not good enough to be your boss. So why bother then? ;)

Untuk kantor yg skrg, nggak ada perubahan sih. Gue juganya kan masih gue yang dulu. Jad iga ada alasan buat mereka berubah. They are still very nice to me, both professionally and personally. Nggak ada tuh, hambatan karena jilbab. :) Alhamdulillah yaaa...



2 komentar:

  1. dengan berhijab seorang wanita jadi nampak jauh lebih anggun, salam kenal

    BalasHapus